Asyik Bemain, Seorang Balita Diserang Kawanan Monyet, Dapat 42 Jahitan di Punggung

April 24, 2021
Reval Sarifuddin mendapatkan 24 jahitan di punggungnya, Sabtu (24/4/2021). Foto: Tribunnews.com

Sedang asyik bermain, seorang balita bernama Reval Sarifuddin tiba-tiba diserang kawanan monyet.


Akibatnya, balita tersebut mengalami luka serius di punggung hingga mendapat 42 jahitan.


Peristiwa itu terjadi di Nagoru Bahbayu Timur, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.


Menurut Lutfi Damanik, kakek korban, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (23/4/2021) sekira pukul 12.00 WIB.


Saat itu Reval Sarifuddin bersama ibunya berada di belakang rumah. Kemudian datanglah monyet ke rumah untuk menyerang.


"Ibunya tengah membersihkan kerang di dapur. Anaknya (Reval) ini main-main. Kemudian datanglah monyet itu. Nah, dilukai lah," terang Lutfi, Sabtu (24/4/2021) siang.


Lutfi menyebut, monyet yang menyerang cucunya itu mirip monyet Lampung; bertubuh besar dengan bulu berwarna cokelat.


Dari dua monyet yang bentuknya serupa, kata Lutfi, hanya satu monyet saja diketahui paling beringas.


Monyet beringas itulah yang diduga menyerang Reval Sarifuddin hingga terluka serius.


"Di kawasan sini memang ada monyet. Cuma dua monyet ini yang beda, mirip beruk. Sehari-hari memang kelihatan dua monyet ini di kampung," kata Lutfi.


Setelah kejadian, Reval Sarifuddin cuma bisa tidur telungkup. Sesekakali sang ibu mengelus-elus kepala Reval.


Diketahui, sehari sebelumnya, Kamis (21/4/2021) monyet juga menyerang anak lainnya bernama Aldi (8).


Aldi pun mengalami luka-luka dan mendapat perawatan.


"Sudah beberapa kali monyet menyerang. Cucuku hari Jumat, Kamisnya anak warga lain si Aldi. Kemudian sebulan lalu ada anak warga lain juga yang diserang monyet," katanya.


Lutfi mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan peristiwa ini ke Pangulu Nagori Bahbayu untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil untuk mencegah serangan berulang dari monyet liar ini.


"Sudah kita sampaikan ke Pangulu Nagori, kata beliau Senin akan ditindaklanjuti seperti apa langkah yang akan diambil. Kalau kita sendiri untuk menangkap monyet rasanya sulit. Karena mereka lari ke kebun-kebun," terang Lutfi.


Sementara itu, Kepala BPBD Simalungun Frit Ueki Damanik menyampaikan, pihaknya akan menurunkan tim ke lokasi untuk melihat serangan monyet.


"Kita akan kirim tim ke sana ya," ujar Ueki dari pesan WhatsApp. [Tribunnews.com]

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post