Cerita Tragis Ayu, Sejak Kecil Yatim Piatu Lalu Jadi Purel, Tewas Dibunuh Setelah Diperkosa

Maret 24, 2021
Setia Nurmiati (21) yang biasa dipanggil Ayu semasa hidup. Petugas saat melakukan olah TKP. (Foto: Tribunnews.com/Kolase)

Kisah hidup Setia Nurmiati (21) memang tragis, hidup yatim piatu sejak kecil, wanita muda ini akhirnya tewas diduga dibunuh setelah diperkosa. Setia Nurmiati biasa dipanggil Ayu.


Ia adalah warga RT 6/RW 1 Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.


Hingga kini Polres Malang dan Polsek Pakisaji, Malang, terus melakukan penyelidikan kasus pembunuhan Ayu.


Jasad wanita cantik ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Selasa (23/3/2021) di semak-semak Jalan Raya Pakisaji, Malang sekitar pukul 15.15.


Namun dimana perbuatan tersebut dilakukan, petugas Polsek Pakisaji, Polresta Malang masih mencoba menguak.

Pelaku juga menusukkan senjata tajam diduga pisau ke perut korban hingga tembus lambung.


Kematian korban ditengarai akibat kehabisan darah.


Kapolsek Pakisaji, AKP Edi Purnama, menjelaskan korban saat ditemukan kondisinya setengah telanjang.


Petugas saat melakukan olah TKP, kaus lengan pendek warna hitam tersingkap hingga bagian dada.


Sedang celana jeans korban melorot sampai paha.


"Jadi dia setengah telanjang. Kondisi baju terbuka hingga bagian dada. Sedangkan celananya melorot ke bawah," ujar AKP Edi saat dikonfirmasi.


Kapolsek, menjelaskan korban diduga punya konflik hubungan asmara. Ia menerangkan dirinya telah memeriksa sejumlah saksi.


Terkait adanya luka di tubuh korban, Edi belum bisa memastikan secara gamblang penyebab luka tersebut.


"Kalau luka tusuk itu dugaan. Karena diduga ada juga ada tulang rusuk yang patah. Lukanya kena debu jadi samar-samar. Masih dugaan semua. Saya tadi fokus evakuasi jenazah," beber Edi.


Namun, untuk kematian korban tersebut, polisi masih melakukan pendalaman, apakah korban dibunuh, diracuni atau disebabkan karena hal lain.


"Intinya ini masih dugaan. Kami masih melakukan pendalaman. Karena untuk memastikan kami juga menunggu hasil otopsi dari rumah sakit," ucapnya.


Saat ini jenazah korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), untuk dilakukan autopsi


Sementara itu, keponakan korban, Eko Hermansyah (30), mengatakan ia mendengar kabar dari media sosial.


"Saya awalnya nggak tahu. Baru tahunya, setelah melihat di akun Komunitas Warga Wagir yang ada di Facebook," ujarnya, Selasa (23/3/2021).


Ia menjelaskan, dari akun komunitas itu, dirinya melihat ada informasi pembunuhan.


"Informasi itu mengatakan, bahwa korbannya bernama Ayu. Terus ada keterangannya, punya kakak atau adik bernama Reni," tambahnya.


Dari situlah ia merasa bahwa jenazah korban tersebut, adalah salah satu anggota keluarganya.


Ia langsung mendatangi rumah kakak korban yang bernama Reni.


Dirinya menerangkan bahwa korban bernama Setia Nurmiati (21), warga RT 6 RW 1 Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.


"Kalau di keluarga, panggilan korban adalah Ayu. Korban belum menikah," tandasnya.


Sementara itu dari informasi yang dihimpun, korban merupakan yatim piatu sejak kecil.


Korban hidup bersama kakaknya yang bernama Reni dan neneknya.


Namun kakaknya sudah meninggalkan korban, karena telah berkeluarga.


Selain itu diketahui juga, korban jarang berada di rumah.


Kapolsek Pakisaji, AKP Edi Purnama mengatakan, bahwa korban merupakan pemandu lagu di salah satu karaoke di wilayah Malang Raya.


Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat dianiaya, sebelum meninggal dunia.


Karena terdapat luka tusuk dan luka yang membekas dari paha hingga lingkar perut sebelah kiri korban.


"Di lokasi kejadian kami hanya menemukan tas yang diduga milik korban. Dugaan sementara Ayu diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh," ucapnya.


Edi mengatakan, keluarga korban telah mendatangi Polsek Pakisaji, guna memastikan, bahwa perempuan yang tewas tersebut merupakan anggota keluarganya.


Kabar meninggalnya Ayu kata Edi telah viral di media sosial.


"Ini tadi kakaknya datang ke kantor untuk memastikan. Cuma kami tidak tahu kalau ada video yang sudah viral," ucapnya.


Dalam pertemuan dengan keluarga korban tersebut, Edi hanya menyampaikan, bahwa Ayu telah meninggal dunia.


Namun, untuk kematian Ayu tersebut, polisi masih melakukan pendalaman. Apakah Ayu dibunuh, diracuni atau disebabkan karena hal lain.


"Intinya ini masih dugaan. Kami masih melakukan pendalaman. Karena untuk memastikan kami juga menunggu hasil visum dari rumah sakit," ucapnya.


Informasi yang didapat, korban diketahui tinggal dan mengontrak di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.


"Yang saya tahu, korban kerja, kontrak dan tinggal disana," tambahnya.


Namun dirinya mengaku, tidak tahu sama sekali pekerjaan korban.


Eko mengaku sudah lama tidak komunikasi dengan korban.


"Sudah lama tidak kontak dengan korban. Palingan kontak, ya pas korban datang ke rumah ibunya itu. Karena rumah saya dengan rumah ibu korban terpaut cukup jauh, jaraknya sekitar 300 meter," tandasnya.


Dirinya juga mengungkapkan, pihak keluarga korban masih shock atas kejadian tersebut. Dan ia tidak berkenan untuk memberikan keterangan lebih lanjut, terkait peristiwa itu.


"Mohon maaf, keluarga masih shock. Sementara ini tidak berkenan untuk diwawancarai lebih lanjut," tandasnya.


Hingga Selasa (23/3/2021) pukul 22.06 WIB, nampak mobil polisi bertuliskan Forensik Lapangan Polres Malang masih berada di Kamar Jenazah RSSA.


Sementara itu kabar yang diperoleh dari seorang relawan kemanusiaan yang enggan disebutkan namanya, menuturkan pihak keluarga berencana memakamkan jenazah korban pada malam ini juga.


"Pihak keluarga korban telah membuat galian makam di Taman Pemakaman Umum (TPU) Lemah Duwur. Persiapan pemakaman sudah 75 persen. Rencananya akan dimakamkan malam ini juga, setelah selesai dilakukan autopsi," ungkapnya.


Berikut sosok Ayu:


1. Warga Wagir


Keluarga korban, Eko Hermansyah (30) mengatakan, korban bernama Setia Nurmiati (21), warga RT 6 RW 1 Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.


"Kalau di keluarga, panggilan korban adalah Ayu," katanya.


Eko memastikan korban masih single atau belum menikah.


Eko mengaku mendengar kabar keluarganya tewas dari media sosial.


"Saya awalnya enggak tahu. Baru tahunya, setelah melihat di akun Komunitas Warga Wagir yang ada di Facebook," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (23/3/2021).


Ia menjelaskan, dari akun komunitas itu, dirinya melihat ada informasi pembunuhan.


"Informasi itu mengatakan, bahwa korbannya bernama Ayu. Terus ada keterangannya, punya kakak atau adik bernama Reni," tambahnya.


Dari situlah ia merasa bahwa jenazah korban tersebut, adalah salah satu anggota keluarganya.


Kemudian ia langsung mendatangi rumah kakak korban yang bernama Reni.


2. Yatim piatu


Sementara itu dari informasi yang dihimpun TribunJatim.com, korban merupakan yatim piatu. Dan hanya hidup bersama kakaknya yang bernama Reni dan neneknya saja.


Namun kakaknya tersebut sudah meninggalkan korban, karena telah berkeluarga.


Selain itu diketahui juga, korban jarang berada di rumah.


3. Tinggal di kos-kosan


Eko menerangkan jika dirinya tidak tinggal serumah dengan korban.


Eko Hermansyah mengatakan, korban sudah lama tidak pulang ke rumah.


"Korban sudah lama tidak pulang ke rumah. Bisa dikatakan jarang pulang sama sekali," ujarnya kepada TribunJatim.com.


Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, korban diketahui tinggal dan mengontrak di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.


"Yang saya tahu, korban kerja, kontrak dan tinggal disana," tambahnya.


Namun dia mengaku, tidak tahu sama sekali dari pekerjaan korban.


Dia menjelaskan, bahwa ia sudah lama tidak pernah berkomunikasi dengan korban.


"Sudah lama tidak kontak dengan korban. Palingan kontak, ya pas korban datang ke rumah ibunya itu. Karena rumah saya dengan rumah ibu korban terpaut cukup jauh, jaraknya sekitar 300 meter," tandasnya.


4. Keluarga syok


Dirinya juga mengungkapkan, pihak keluarga korban masih syok atas kejadian tersebut. Dan ia tidak berkenan untuk memberikan keterangan lebih lanjut, terkait peristiwa itu.

"Mohon maaf, keluarga masih syok. Sementara ini tidak berkenan untuk diwawancarai lebih lanjut," tandasnya.


Dari pantauan TribunJatim.com pada Selasa (23/3/2021) pukul 22.06 WIB, nampak mobil polisi bertuliskan Forensik Lapangan Polres Malang masih berada di Kamar Jenazah RSSA.


Sementara itu kabar yang diperoleh dari seorang relawan kemanusiaan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, bahwa pihak keluarga korban berencana akan memakamkan jenazah korban pada malam ini juga.


"Pihak keluarga korban telah membuat galian makam di Taman Pemakaman Umum (TPU) Lemah Duwur. Persiapan pemakaman sudah 75 persen. Dan rencananya akan dimakamkan malam ini juga, setelah selesai dilakukan autopsi," ungkapnya. [Sumber: Tribunnews.com]

Next article Next Post
Previous article Previous Post